Makassar – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, mengapresiasi peran Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Sulawesi Selatan yang dinilai berhasil menjaga eksistensi sekolah-sekolah swasta melalui koordinasi yang solid dengan pemerintah daerah dan yayasan pendidikan.
Hal itu disampaikan Prof Mu’ti saat menghadiri Seminar Nasional Refleksi dan Evaluasi SPMB Menuju Pendidikan Berkualitas dan Inklusi, di Gedung Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP), Kota Makassar, Sabtu (11/10/2025).
Seminar ini dihadiri berbagai tokoh penting, mulai dari Anggota DPR RI Komisi X Muslimin Bando, Ketua Umum BMPS Dr. Ki Saur Panjaitan, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Dr. Jufri Rahman, hingga Ketua BMPS Kabupaten/Kota se-Sulsel.
Baca Juga :
“BMPS punya peran penting dalam mengoordinasikan seluruh yayasan perguruan swasta agar tetap eksis. Saya sangat mengapresiasi BMPS Sulawesi Selatan yang mampu melakukannya dengan baik,” ujar Prof Mu’ti.
Menurutnya, sekolah swasta adalah mitra strategis pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, ia juga menyoroti masih adanya tantangan yang dihadapi sekolah swasta di lapangan.
“Masih ada pandangan di masyarakat bahwa sekolah negeri lebih baik dan lebih murah dibanding swasta. Bahkan kadang muncul anggapan sekolah swasta itu sekolah buangan, padahal tidak demikian,” jelasnya.
Prof Mu’ti menegaskan, pemerintah pusat punya perhatian besar terhadap keberlangsungan sekolah swasta. Salah satunya melalui kebijakan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dan redistribusi ASN ke sekolah swasta.
“Tahun ini, 23 persen dari program revitalisasi kita arahkan untuk sekolah swasta,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BMPS Sulsel Irman Yasin Limpo menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB di Sulsel berjalan dengan baik, meski sempat menghadapi tekanan cukup tinggi.
“Kami tahu tantangannya besar, tapi Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel bersama BBPMP berhasil menyelesaikan dengan baik,” katanya.
Irman juga mengapresiasi kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang dinilai memberi angin segar bagi sekolah swasta di Sulsel.
“Ada sekolah swasta favorit di Makassar yang sempat kesulitan, tapi berkat kebijakan kementerian, sekarang bisa eksis kembali. Secara umum, kondisi sekolah swasta di Sulsel terus membaik,” ujarnya.
Kunjungan kerja Prof Abdul Mu’ti di Makassar ini menjadi bagian dari upaya pemerataan mutu pendidikan dan penguatan kemitraan antara sekolah negeri dan swasta, agar seluruh peserta didik di Indonesia mendapat kesempatan belajar yang setara dan berkualitas.













