Kemenhaj Tancap Gas Siapkan Haji 2026, Dahnil Pastikan Transisi Tak Ganggu Layanan

by

Ahmad Hasan Fatih

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak. (Foto: Dok. Kemenag)

Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus tancap gas mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Selain menyiapkan layanan bagi jemaah, kementerian yang baru berdiri ini juga tengah menata kelembagaan dan sumber daya manusia agar lebih solid.

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan saat ini fokus utama Kemenhaj ada dua hal besar yaitu pembentukan struktur kelembagaan dan persiapan teknis penyelenggaraan haji 2026.

“Sekarang kami fokus pada dua hal, yaitu penataan kelembagaan dan persiapan haji tahun depan,” kata Dahnil, Senin (13/10/2025).

Selain itu, proses rekrutmen ASN dan migrasi aset dari Kementerian Agama juga terus berjalan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Langkah ini disebut penting untuk memperkuat fondasi kelembagaan Kemenhaj yang baru.

Dalam hal layanan jemaah, pemerintah memutuskan hanya akan menggunakan dua syarikah (mitra penyedia layanan) untuk pelaksanaan haji tahun depan.

Menurut Dahnil, keputusan ini diambil untuk menekan potensi kebocoran anggaran dan memastikan pelayanan yang lebih fokus.

“Tahun ini kami putuskan hanya dua syarikah saja yang melayani jemaah. Alasannya sederhana, supaya bisa menekan kebocoran dan dua syarikah ini bisa benar-benar fokus memberikan pelayanan terbaik,” jelasnya.

Dahnil juga menegaskan bahwa proses transisi kelembagaan yang tengah berjalan tidak akan mengganggu persiapan haji 2026.

Ia memastikan Kemenhaj berkomitmen memberikan pelayanan yang efisien, berkualitas, dan transparan bagi seluruh jemaah Indonesia.

“Transisi tidak akan menghambat persiapan haji. Justru ini momentum bagi kami untuk memperbaiki sistem agar pelayanan ke depan makin baik,” pungkasnya.

Ahmad Hasan Fatih

Ahmad Hasan Fatih