Arif M. Norkim Ingatkan Pentingnya Pendidikan Berbasis Budaya di Era Digital

by

Ahmad Hasan Fatih

Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim. (Foto: Dok. Ist)

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, menegaskan pentingnya pelestarian seni dan budaya dalam membentuk karakter generasi muda yang berkepribadian kuat serta berakhlak mulia.

Menurutnya, di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan derasnya arus globalisasi, kebudayaan harus tetap menjadi pijakan utama dalam pembangunan manusia.

“Kemajuan teknologi memang membawa banyak manfaat, namun tanpa diimbangi dengan pemahaman budaya, generasi muda akan mudah kehilangan arah. Oleh karena itu, pendidikan berbasis budaya harus terus ditanamkan sejak dini,” kata Arif, Kamis (30/10/2025).

Arif menjelaskan, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya bangsa dapat menjadi benteng moral bagi anak muda agar tidak kehilangan jati diri.

Ia menilai, pelestarian budaya tidak seharusnya hanya berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.

“Melalui pemahaman dan praktik budaya, generasi muda belajar tentang sportivitas, kerja sama, menghargai perbedaan, dan mencintai warisan leluhur bangsa,” ujarnya.

Politikus ini juga menekankan bahwa budaya mengajarkan banyak nilai kehidupan seperti kejujuran, kedisiplinan, serta kebersamaan yang mampu melahirkan generasi muda berakhlak dan peduli terhadap sesama.

Selain itu, Arif menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pelestarian budaya.

Ia menilai, pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat harus bersinergi menciptakan ruang bagi anak muda untuk mengekspresikan kecintaan terhadap seni dan budaya daerah.

“Budaya harus hidup di tengah masyarakat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan semua pihak agar warisan budaya tidak hanya menjadi wawasan, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Arif berharap kegiatan kebudayaan di Kota Palangka Raya semakin beragam dan inklusif sehingga dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda.

“Kebudayaan bukan masa lalu, melainkan jalan untuk membentuk masa depan. Jika generasi muda tumbuh dengan pemahaman budayanya, maka mereka akan menjadi aset bangsa yang berkarakter dan tangguh menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya. (Ahaf)

Ahmad Hasan Fatih

Ahmad Hasan Fatih