Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Nenie Adriati Lambung, menilai rencana pembangunan hunian terjangkau di kawasan Jalan G. Obos 10 memiliki potensi besar untuk mengurangi ketimpangan sosial, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang selama ini kesulitan memiliki rumah sendiri.
“Banyak warga kita yang penghasilannya tidak cukup untuk mencicil rumah. Program seperti ini sangat membantu agar mereka bisa punya tempat tinggal layak tanpa terbebani biaya besar,” kata Nenie di Palangka Raya, Jumat (7/11/2025).
Menurutnya, program nasional “3 Juta Rumah” yang juga didukung Pemerintah Kota Palangka Raya merupakan langkah konkret untuk mempersempit kesenjangan antara warga MBR dan kelompok menengah ke atas di sektor perumahan.
Baca Juga :
Ia menambahkan hunian terjangkau dapat meningkatkan kesejahteraan sosial karena mampu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan tertata, sehingga warga dari berbagai latar ekonomi bisa hidup berdampingan secara harmonis.
“Pemerataan akses terhadap perumahan layak sangat penting. Jangan sampai ada masyarakat yang terus tertinggal hanya karena tidak mampu membeli rumah,” ujarnya.
Nenie juga menekankan pentingnya pengawasan serta verifikasi penerima bantuan agar program tersebut tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Selain manfaat sosial, ia menilai program hunian MBR ini mampu memberikan dampak ekonomi, terutama karena pembangunan kawasan baru akan memicu pertumbuhan usaha kecil seperti warung, bengkel, hingga jasa konstruksi lokal.
“Ketika kawasan baru berkembang, aktivitas ekonomi masyarakat ikut tumbuh. Ini membuka lapangan kerja baru,” katanya.
Politisi PDI Perjuangan itu berharap pembangunan hunian MBR dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah kota dalam menata kota sekaligus menekan angka kemiskinan.
Menurutnya, pemerataan akses rumah layak adalah langkah penting untuk menciptakan kesejahteraan yang merata bagi seluruh warga.
“Hunian layak dan terjangkau bukan hanya soal tempat tinggal, tapi tentang pemerataan kesejahteraan. Program ini harus dijalankan secara konsisten,” tutup Nenie.













