Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, memberikan arahan sekaligus motivasi kepada para mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palangka Raya saat kunjungan kerjanya, Kamis (27/11/2025).
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya kini telah bertransformasi menjadi kementerian penuh yang menangani seluruh siklus pekerja migran Indonesia (PMI).
Mukhtarudin menjelaskan, perubahan kelembagaan tersebut telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2024, sebagai bentuk komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat pelindungan serta tata kelola PMI secara terpusat dan profesional.
Baca Juga :
Menurutnya, peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di luar negeri saat ini terbuka sangat luas. Setidaknya ada 351.407 lowongan kerja yang tersedia di berbagai negara mitra. Namun, dari jumlah tersebut, baru 19 persen atau sekitar 66.877 orang yang dapat terpenuhi.
“Artinya, kita masih membutuhkan sekitar 280 ribu orang, terutama anak-anak muda yang siap bekerja di luar negeri,” ujarnya.
Mukhtarudin menekankan bahwa pemerintah terus mendorong masyarakat agar tidak hanya terfokus pada sektor domestic worker, tetapi juga mampu mengisi kebutuhan professional worker yang kian meningkat di pasar global.
Ia menilai mahasiswa Poltekkes Palangka Raya memiliki peluang yang sangat besar untuk bisa mengisi kebutuhan tenaga kesehatan, khususnya bidang keperawatan di luar negeri.
“Ini harus bisa kita maksimalkan. Kebutuhan tenaga kesehatan dunia sangat besar, dan mahasiswa Poltekkes punya kompetensi ke arah itu,” tegasnya.
Menteri P2MI itu juga memaparkan berbagai program yang saat ini disiapkan kementeriannya untuk mendukung peningkatan kualitas calon pekerja migran.
Beberapa di antaranya yakni Migran Center, Kelas Migran, Program Peningkatan Kapasitas PMI, Sekolah Vokasi Migran, hingga beragam lembaga vokasi yang tersebar di berbagai daerah.
Ia menyebutkan bahwa sesuai arahan Presiden, pemerintah tengah menyiapkan 500.000 tenaga kerja untuk sektor-sektor strategis seperti caregiver, welder, hospitality, nurse, truck driver, dan bidang profesional lainnya.
Mukhtarudin berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan peluang besar tersebut dan menjadi bagian dari generasi muda yang mampu bersaing di dunia kerja internasional.
“Kesempatan ini harus bisa di manfaatkan, dan tetap di jalankan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku,” tutupnya. (Ahaf)













