Arif M Norkim Apresiasi Ekspor UMKM, Tapi Soroti Ketergantungan Bahan Baku

by

Ahmad Hasan Fatih

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M Norkim. BETANG VOICE/IST

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Arif M Norkim, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya lebih serius mengembangkan bahan baku lokal sebagai dasar produksi kerajinan tangan UMKM.

Menurutnya, langkah Pemko mendorong UMKM hingga mampu menembus pasar ekspor patut diapresiasi. Namun, ia menilai perhatian terhadap asal-usul bahan baku juga tidak kalah penting.

“Saya apresiasi Pemko yang membantu UMKM sampai bisa ekspor ke luar negeri. Tapi yang menjadi pertanyaan, rotan yang digunakan itu berasal dari mana,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).

Arif menyebut, bahan baku rotan di Kalimantan Tengah banyak ditemukan di Kabupaten Katingan, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan wilayah Barito. Sementara itu, UMKM di Palangka Raya dinilai masih bergantung pada pasokan bahan mentah dari luar daerah.

“UMKM Palangka Raya selama ini masih mengandalkan bahan baku dari luar, lalu diolah menjadi kerajinan tangan. Padahal kalau kita punya sendiri, kenapa harus ambil dari luar daerah,” katanya.

Ia menilai Palangka Raya memiliki potensi bahan baku lokal yang bisa dikembangkan, seperti tanaman talipuk atau teratai, ilung, hingga kantong semar yang memiliki nilai estetika dan keunikan tersendiri.

Menurut Arif, penggunaan bahan baku lokal akan memperkuat identitas produk UMKM Palangka Raya sehingga memiliki daya tarik lebih saat dipasarkan, termasuk untuk pasar ekspor.

“Kalau menggunakan bahan baku yang identik dengan Palangka Raya, ketika diekspor orang langsung tahu itu produk kota ini. Kalau rotan, bisa saja dari Katingan, Sampit, atau Barito,” tambahnya.

Meski demikian, ia tetap mengapresiasi upaya Pemko dalam mendorong UMKM agar mampu bersaing di pasar global. Ia berharap pengembangan UMKM ke depan benar-benar berbasis pada potensi lokal dan tidak sekadar mengolah bahan dari luar daerah lalu diklaim sebagai produk khas Palangka Raya.

“Yang terpenting, UMKM harus memberdayakan potensi lokal. Jangan ambil bahan baku dari luar, lalu diklaim sebagai produk khas daerah. Itu keliru,” tegasnya. (Ahaf)

Ahmad Hasan Fatih

Ahmad Hasan Fatih