Pemuda Muhammadiyah Kalteng Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Investasi Syariah

by

Ahmad Hasan Fatih

Sekretaris Bidang Komunikasi, Informasi dan Telekomunikasi Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Achmad Zaki Abrori saat mengikuti Sekolah Pasar Modal Syariah di Kantor BEI Kalteng, Sabtu (14/2/2026). BETANG VOICE/YOAN PRAMOGA

Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah (PWPM Kalteng) tegaskan pentingnya literasi pasar modal syariah bagi generasi muda.

Sekretaris Bidang Komunikasi, Informasi dan Telekomunikasi PWPM Kalteng, Achmad Zaki Abrori, mengatakan pasar modal syariah bukan sekadar instrumen investasi, tetapi bagian dari strategi membangun kemandirian ekonomi pemuda.

“Pasar modal syariah adalah ruang strategis bagi pemuda untuk belajar mengelola aset dan membangun kemandirian ekonomi secara halal dan profesional,” ujar Zaki dalam kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah yang digelar oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Kalteng di Kantor BEI Kalteng, Sabtu (14/2/2026).

Menurutnya, pemuda hari ini harus bisa beradaptasi dengan perekonomian modern tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah.

“Pemuda harus adaptif terhadap perkembangan ekonomi modern tanpa meninggalkan nilai-nilai syariah,” katanya.

Zaki mengungkapkan, literasi keuangan menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks. Ia mendorong kader Pemuda Muhammadiyah tidak hanya aktif dalam gerakan sosial dan keagamaan, tetapi juga memiliki kesadaran investasi yang terukur.

“Gerakan pemuda hari ini harus kuat secara ideologis, sosial, sekaligus ekonomi. Edukasi seperti ini membuka wawasan bahwa investasi syariah bisa diakses generasi muda,” tambahnya.

Sebagai informasi kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah tersebut diikuti oleh berbagai perwakilan dari organisasi kemasyarakatan Islam se-Kalimantan Tengah.

Melalui kegiatan tersebut, Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah menyatakan komitmennya untuk meningkatkan literasi pasar modal syariah di internal organisasi sebagai bagian dari penguatan ekonomi umat di daerah. (Ahaf)

Ahmad Hasan Fatih

Ahmad Hasan Fatih