Sampah Mengendap di Pinggir Sungai Kahayan, DPRD Minta Pemko Bertindak

by

Ahmad Hasan Fatih

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Sumadi. BETANG VOICE/IST

Kondisi permukiman warga di bantaran Sungai Kahayan menjadi sorotan. Tumpukan sampah terlihat mengendap di bawah rumah-rumah warga, terutama saat air sungai surut.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Sumadi, mengaku prihatin melihat kondisi tersebut. Ia menilai persoalan sampah di kawasan pinggir Sungai Kahayan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

“Selain tidak indah dipandang, kondisi ini juga berpotensi mengancam kesehatan warga yang tinggal di lokasi tersebut,” ujar Sumadi, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, tumpukan sampah dapat menjadi sumber berbagai penyakit. Sampah yang mengendap berpotensi menjadi sarang nyamuk dan lalat serta menurunkan kualitas air sungai.

Ia meminta Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Penanganan dinilai harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

Sumadi menyarankan agar dilakukan pembersihan bantaran sungai secara rutin. Selain itu, pemerintah juga perlu menyediakan sarana tempat pembuangan sampah yang memadai bagi warga setempat.

“Pembersihan harus dilakukan secara berkala. Warga juga perlu difasilitasi tempat sampah yang layak agar tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya.

Tak hanya penanganan fisik, ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah. Peningkatan kesadaran warga dinilai menjadi kunci menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan bantaran sungai.

Sumadi optimistis, jika ada kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, kondisi permukiman di pinggir Sungai Kahayan dapat kembali bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali. (Ahaf)

Ahmad Hasan Fatih

Ahmad Hasan Fatih