Arif M. Norkim Soroti Ketatnya Persaingan Kerja di Palangka Raya, Minta Pemerintah Perluas Peluang Lulusan Kampus

by

Ahmad Hasan Fatih

Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim. (Foto: Dok. Ist)

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, menyoroti semakin ketatnya persaingan kerja di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah.

Ia menilai pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk memperluas peluang kerja bagi para lulusan perguruan tinggi, tidak hanya terpaku pada wilayah Palangka Raya.

Arif menyebut setiap tahun ratusan hingga ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Palangka Raya diwisuda. Kondisi ini membuat jumlah pencari kerja baru meningkat, sementara lapangan kerja di dalam kota masih terbatas.

“Jika lahan pekerjaan hanya berkutat di Kota Palangka Raya semata, tentu peluang kerja semakin mengecil,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).

Ia menilai tingginya jumlah lulusan setiap tahun memicu persaingan kerja yang semakin ketat.

Karena itu diperlukan sinergi antara Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah untuk memperluas jaringan kerja dengan daerah lain, baik di dalam maupun luar provinsi.

“Setiap tahun seluruh perguruan tinggi meluluskan mahasiswa. Itu membuat persaingan kerja meningkat. Maka harus ada upaya dari pemerintah untuk mengalokasikan peluang kerja baru,” kata Arif.

Ia mendorong Pemko dan Pemprov tidak hanya fokus pada penciptaan lapangan kerja lokal, tetapi juga menjalin kemitraan lintas daerah guna membuka kesempatan kerja sesuai kompetensi para lulusan.

“Pemko dan Pemprov perlu berkomunikasi lebih lanjut dengan daerah lain terkait peluang kerja yang cocok bagi para wisudawan,” tambahnya.

Arif menilai pemerintah memiliki peran untuk memfasilitasi lulusan agar mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri.

Ia menyebut pelatihan keterampilan, pendampingan wirausaha, serta kerja sama dengan sektor swasta sebagai langkah yang perlu diperkuat.

“Pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan sektor formal yang terbatas. Harus ada dorongan membuka peluang baru, baik di industri kreatif, pertanian modern, maupun UMKM,” ucapnya.

Arif berharap langkah tersebut mampu membantu menekan angka kemiskinan di Palangka Raya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

“Saya harap wisudawan perguruan tinggi di Palangka Raya tidak hanya berpatokan mencari pekerjaan di Ibu Kota Provinsi Kalteng semata,” tutupnya.

Ahmad Hasan Fatih

Ahmad Hasan Fatih