Bangun Sekolah Adaptif, Wamen Fajar Dorong Kepala Sekolah Jadi Penggerak Perubahan

Ahmad Hasan Fatih

Oktober 10, 2025

2
Min Read
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ulhaq. (Foto: Dok. Ist)

Kota Batu – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan pentingnya peran kepala sekolah sebagai arsitek pembelajaran di satuan pendidikan. Menurutnya, kepala sekolah bukan sekadar pengelola administrasi, tetapi sosok yang merancang dan membangun budaya belajar yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Hal itu disampaikan Fajar saat membuka Pelatihan Tahap III Bakal Calon Kepala Sekolah se-Jawa Timur di Kota Batu, Sabtu (10/10/2025).

“Sekolah yang hebat bukan karena teknologinya yang canggih, tapi karena warganya cepat belajar dan mau berubah. Kepala sekolah adalah penggerak utama budaya itu,” ujar Wamen Fajar.

Fajar menekankan, kepala sekolah masa kini harus punya kepemimpinan berkarakter—mampu menginspirasi, menuntun, dan menumbuhkan semangat belajar bagi seluruh warga sekolah. Ia menyebut ada tiga peran utama yang perlu dijalankan:

  1. Memberi arah yang jelas (directive-instructive)
  2. Mentrasformasi cara berpikir guru dan siswa (transformative)
  3. Memberdayakan seluruh elemen sekolah (distributive).

“Pemimpin sekolah yang hebat bukan yang paling pintar, tapi yang mampu membuat semua orang di sekolahnya mau tumbuh bersama,” tambahnya.

Alumnus doktoral Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini kemudian menggambarkan sekolah ideal sebagai organisasi pembelajar — tempat di mana guru, siswa, dan seluruh unsur sekolah terus belajar dan berkembang bersama.

Fajar pun mengutip gagasan Peter Senge tentang lima prinsip organisasi pembelajar yang bisa diterapkan di sekolah, yaitu:

  1. Personal mastery (penguasaan diri)
  2. Mental model (pola pikir)
  3. Shared vision (visi bersama)
  4. Team learning (pembelajaran tim)
  5. System thinking (berpikir sistemik)

“Kalau lima prinsip ini hidup di sekolah, maka semua orang akan jadi pembelajar sejati. Sekolah akan dinamis dan terus berkembang,” jelas Fajar.

Selain itu, Fajar juga memaparkan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di bawah pimpinan Menteri Abdul Mu’ti, yang berfokus pada penguatan ekosistem pembelajaran mendalam. Salah satu inisiatifnya adalah Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat—program yang menumbuhkan karakter positif, semangat belajar, dan kepemimpinan pada diri siswa.

“Negara maju bukan hanya karena infrastrukturnya, tapi karena dua etos: etos belajar sepanjang hayat dan etos belajar cepat. Dua etos ini tumbuh dari sekolah-sekolah yang punya pemimpin yang mau terus belajar,” pungkasnya.

TERKAIT