Perkembangan media sosial membuat anak-anak kini semakin mudah mengakses berbagai jenis konten digital melalui handphone maupun tablet.
Beragam konten, mulai dari hiburan, edukasi, hingga tren viral, dapat dengan cepat dikonsumsi anak setiap hari.
Namun, konten yang ditonton di media sosial berpotensi memengaruhi perkembangan perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari.
Anak cenderung meniru apa yang mereka lihat, dengar, dan amati secara berulang, termasuk dari lingkungan digital.
Hal ini diperkuat oleh penelitian berjudul The Impact of Social Media Use on Child and Adolescent Development yang dipublikasikan National Library of Medicine pada 2024.
Penelitian tersebut menyebutkan bahwa paparan media sosial dapat memengaruhi perkembangan emosional, perilaku, serta interaksi sosial anak jika tidak disertai pengawasan yang tepat.
Anak-anak juga memiliki kecenderungan meniru bahasa, kebiasaan, hingga perilaku yang mereka lihat dari konten digital, terutama jika dikonsumsi secara rutin dalam jangka waktu lama.
Konten negatif seperti kekerasan, perkataan kasar, atau perilaku tidak pantas berisiko ditiru oleh anak, khususnya jika mereka belum mampu membedakan baik dan buruk secara utuh.
Sebaliknya, konten positif dan edukatif dapat membantu membentuk kebiasaan baik, meningkatkan kreativitas, serta menambah wawasan anak.
Karena itu, orang tua diimbau untuk mengawasi aktivitas digital anak, membatasi waktu penggunaan media sosial, serta memilihkan konten yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka. (Ahaf)




