Baitul Arqam Dasar (BAD) DAS Barito Pemuda Muhammadiyah resmi dibuka oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Barito Utara, Dr. Rakhmat Muratni, pada Ahad (21/6/2026) di SMP IT Muhammadiyah Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara.
Mengusung tema “Membentuk Kader Militan, Intelektual, dan Berkarakter Al-Ma’un”, kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 21–22 Juni 2026, ini diikuti oleh utusan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) se-DAS Barito, serta perwakilan amal usaha dan organisasi otonom Muhammadiyah di Barito Utara.
Selama pelaksanaan BAD, peserta memperoleh berbagai materi strategis meliputi keislaman, ideologi Muhammadiyah, kepemimpinan, hingga manajemen organisasi. Seluruh materi tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas kader agar mampu menjalankan peran dakwah dan gerakan sosial secara lebih efektif di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua PDM Barito Utara, Dr. Rakhmat Muratni, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan gerakan Muhammadiyah. Menurutnya, organisasi yang besar hanya dapat bertahan apabila memiliki sistem kaderisasi yang kuat dan berkelanjutan.
“Organisasi yang besar hanya dapat bertahan apabila memiliki sistem kaderisasi yang kuat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa nilai-nilai Al-Ma’un harus menjadi ruh gerakan Pemuda Muhammadiyah melalui aksi nyata yang berpihak kepada masyarakat, memperkuat sektor pendidikan, serta menghadirkan dakwah yang mencerahkan dan memberikan solusi atas berbagai persoalan sosial.
Sementara itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Yandi Novia, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Barito Utara atas dukungan yang diberikan terhadap gerakan kepemudaan, khususnya Pemuda Muhammadiyah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Barito Utara atas dukungan yang diberikan kepada gerakan kepemudaan, khususnya Pemuda Muhammadiyah,” katanya.
Menurut Yandi, dukungan tersebut menjadi modal penting untuk menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi pemuda dan masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Barito Utara yang terus memberikan arahan serta pendampingan kepada kader muda Muhammadiyah.
“Perkaderan ini adalah proses untuk memperkuat pondasi kader di Pemuda Muhammadiyah. Kalau ingin melihat Muhammadiyah di masa depan maka lihatlah pemudanya hari ini,” tegasnya.
Yandi menilai tantangan generasi muda semakin kompleks, terutama dengan munculnya fenomena filter bubble dan echo chamber di media sosial yang berpotensi membatasi wawasan dan cara pandang generasi muda. Karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk memperkuat gerakan dakwah sekaligus meningkatkan literasi media agar mampu menghadapi arus informasi di era digital secara kritis dan bertanggung jawab.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Bidang Pendidikan dan Kader Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Dr. Ihsan Mz, menegaskan bahwa kaderisasi memiliki landasan teologis yang kuat dalam ajaran Islam. Ia mengutip Surah An-Nisa ayat 9 yang mengingatkan umat agar tidak meninggalkan generasi yang lemah, sehingga penguatan sistem kaderisasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan dakwah dan persyarikatan.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Barito Utara, Muhammad Farid Ansyori, berharap seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh serta menjadikan hasil perkaderan sebagai bekal untuk menggerakkan organisasi di daerah masing-masing.
“Kami ingin BAD DAS Barito menjadi momentum lahirnya kader-kader yang militan, intelektual, dan berkarakter Al-Ma’un. Semangat kebersamaan ini harus terus dijaga untuk memperkuat Pemuda Muhammadiyah di wilayah DAS Barito,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan BAD Pemuda Muhammadiyah DAS Barito 2026, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Barito Utara berharap lahir kader-kader yang memiliki militansi, kapasitas intelektual, serta karakter Al-Ma’un yang kuat, sehingga mampu menjawab tantangan zaman dan berkontribusi bagi kemajuan persyarikatan, daerah, dan bangsa. (Ahaf)












