Sebanyak 5.000 masker gratis dibagikan kepada pelajar dan masyarakat di Kota Palangka Raya, Rabu (26/8/2026). Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih beraktivitas di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pembagian masker menyasar enam sekolah di Palangka Raya, yakni MTsN 1 Palangka Raya, SMAN 1 Palangka Raya, SMAN 2 Palangka Raya, SMKN 1 Palangka Raya, SMKN 2 Palangka Raya, dan SMKN 3 Palangka Raya.
Selain pelajar, pembagian masker juga dilakukan kepada masyarakat di kawasan Pasar Besar, Jalan A Yani, Palangka Raya. Sejumlah pedagang, terutama pedagang sayur yang beraktivitas di ruang terbuka, serta warga yang sedang berbelanja turut menerima masker secara gratis.
Koordinator pembagian masker, Anshori Shaleh, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Mukhtarudin terhadap masyarakat Palangka Raya yang tengah menghadapi kondisi kabut asap.
“Ini adalah bantuan dari Pak Mukhtarudin, pengurus DPP Partai Golkar sekaligus Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Khusus di Kota Palangka Raya, sasaran utamanya adalah para pelajar, kemudian masyarakat,” ujar Anshori.
Menurut Anshori, Mukhtarudin berpesan agar bantuan tersebut dapat membantu masyarakat, khususnya pelajar, menjaga kesehatan selama kondisi udara terdampak kabut asap.
Pembagian masker kepada pelajar dilakukan secara simbolis di sejumlah sekolah. Masker yang diterima kemudian akan dibagikan kepada para siswa untuk digunakan selama menjalankan aktivitas di luar ruangan.
Sementara di Pasar Besar, pembagian menyasar masyarakat yang dinilai banyak melakukan aktivitas di ruang terbuka. Pedagang dan warga yang sedang berbelanja mendapatkan masker sebagai perlindungan tambahan dari paparan asap.
Anshori mengatakan pembagian masker merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk membantu masyarakat mengurangi risiko paparan asap selama kondisi kabut asap masih terjadi.
“Semoga dengan bantuan ini menjadi ikhtiar bersama menjaga kesehatan masyarakat,” katanya.
Salah seorang warga penerima masker, Amelia, mengapresiasi bantuan tersebut. Ia menilai masker menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, terutama anak-anak yang tetap harus menjalankan aktivitas sekolah di tengah kondisi kabut asap.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Mukhtarudin atas kepeduliannya. Lebih-lebih saat ini kondisi masih kabut asap, ini sangat berguna untuk kami, terutama untuk anak-anak yang sedang sekolah,” ujar Amelia.
Pembagian 5.000 masker tersebut diharapkan dapat membantu pelajar, pedagang, dan masyarakat mengurangi paparan kabut asap saat beraktivitas di luar ruangan.
Bantuan ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap warga Palangka Raya yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah kondisi udara yang terdampak karhutla.












