Palangka Raya – Pembangunan kawasan wisata baru di Kota Palangka Raya kembali jadi sorotan. Kali ini, Pemerintah Kota tengah serius menyiapkan rencana besar: pengembangan kawasan Water Front City (WFC) di wilayah Flamboyan Bawah.
Langkah ini bukan sekadar proyek fisik, tapi juga bagian dari strategi besar mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka peluang baru bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Pj Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, saat membuka Seminar Akhir Kajian Aspek Sosial Pembangunan Water Front City (WFC) yang digelar di Aula Rahan Pumpung Hapakat, Kantor Bapperida Kota Palangka Raya, Minggu (5/10/2025).
Baca Juga :
Menurut Arbert, kehadiran WFC di jantung kota akan membawa banyak manfaat. Tak hanya mempercantik wajah kota, tapi juga menjadi daya tarik baru bagi investor dan wisatawan.
“Proyek pembangunan WFC ini diharapkan mampu menarik investor baik dari dalam maupun luar daerah. Nantinya bisa tumbuh bisnis baru seperti restoran, hotel, hingga pusat hiburan,” ujar Arbert.
Selain memperkuat sektor pariwisata, Arbert menilai WFC juga akan menjadi penggerak ekonomi lokal. Dengan adanya kegiatan ekonomi di kawasan tersebut, potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun terbuka lebar—mulai dari pajak, retribusi, hingga aktivitas bisnis turunan.
“Keberadaan WFC akan memberikan ruang lebih besar bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan di sektor lainnya,” tambahnya.
Tak hanya itu, proyek ini juga bakal membuka banyak lapangan kerja baru—baik di tahap konstruksi maupun saat kawasan mulai beroperasi. Mulai dari pekerja bangunan, staf hotel dan restoran, hingga pelaku usaha kecil seperti pedagang kaki lima yang ikut menggeliat.
Kawasan tepi Sungai Kahayan yang selama ini jadi ikon Palangka Raya akan disulap menjadi destinasi wisata yang hidup, penuh aktivitas, tapi tetap ramah lingkungan. Pemerintah juga menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat lokal agar tak sekadar menjadi penonton.
“Melalui kajian ini, kami ingin masyarakat benar-benar terlibat. Akan ada program pelatihan dan pendampingan usaha agar warga siap menghadapi peluang ekonomi baru,” jelas Arbert.
Ia berharap, hasil seminar ini bisa melahirkan panduan teknis dan rekomendasi kebijakan yang konkret, sehingga rencana besar ini bisa segera diwujudkan.
Dengan semangat kolaborasi, Pemerintah Kota Palangka Raya menatap WFC sebagai simbol kemajuan ekonomi kreatif berbasis sungai—sebuah upaya menjadikan kota cantik ini bukan hanya nyaman ditinggali, tapi juga menarik untuk dikunjungi.













