Bahasa Jadi Kendala Utama, Wali Kota Fairid Siapkan Skema Dukungan untuk Calon Pekerja Migran

by

Ahmad Hasan Fatih

Menteri P2MI Mukhtarudin bersama Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin sambut kedatangan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin ke Kota Palangka Raya, Kamis (27/11/2025).

Fairid menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas calon pekerja migran.

Ia mengatakan, kunjungan Menteri P2MI membawa dampak yang positif bagi daerah, terutama dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat.

“Kedatangan Pak Menteri P2MI ini tentu merupakan hal yang sangat positif dalam rangka meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah,” ujar Fairid.

Ia menegaskan bahwa berbagai program dari Kementerian P2MI akan diintegrasikan dengan kebijakan daerah.

“Program-program kementerian P2MI tentu akan kami dukung dan integrasikan. Ini juga menjadi peluang besar dalam membuka lapangan pekerjaan,” terangnya.

Pemerintah Kota Palangka Raya, kata Fairid, siap memberikan dukungan maksimal bagi masyarakat yang ingin menjadi pekerja migran.

“Kami akan support. Apa yang bisa kami bantu, akan kami bantu untuk masyarakat kita, khususnya yang ingin menjadi pekerja migran,” tegasnya.

Fairid juga menyoroti persoalan bahasa yang selama ini menjadi kendala utama calon pekerja migran. Ia menyebut, Pemkot akan membahas skema dukungan bahasa, termasuk kemungkinan memasukkannya ke program pendidikan.

“Selama ini yang menjadi masalah adalah bahasa. Nanti akan kami bahas lebih jauh apakah bantuan bahasa ini bersifat jangka pendek atau masuk dalam kurikulum. Teknisnya akan kami tindak lanjuti melalui perjanjian kerja sama,” jelasnya.

Menurut Fairid, salah satu bentuk dukungan yang bisa diberikan adalah penambahan program peningkatan kompetensi bahasa.

“Salah satu yang bisa kami support adalah tambahan program terkait kompetensi bahasa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya saat ini tengah mengkaji penguatan pembelajaran bahasa di semua jenjang sekolah.

“Saat ini Dinas Pendidikan sedang kami kaji, bagaimana nantinya siswa SD, SMP, hingga SMA bisa lebih dioptimalkan agar minimal mampu berbahasa Inggris,” tutup Fairid. (Ahaf)

Ahmad Hasan Fatih

Ahmad Hasan Fatih