Fenomena kecanduan gawai dan game online pada anak dinilai berpotensi mengancam kualitas generasi muda di Kota Palangka Raya. Penggunaan teknologi tanpa pengawasan dapat berdampak serius terhadap perkembangan mental, fisik, dan perilaku anak.
Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, menegaskan peran keluarga, khususnya orang tua, sangat penting dalam membentuk pola penggunaan teknologi yang sehat sejak dini.
“Teknologi tidak bisa dihindari, tapi yang harus dikendalikan adalah cara penggunaannya. Orang tua tidak boleh abai, karena kecanduan gawai dan game online bisa berdampak jangka panjang terhadap perkembangan anak,” ujar Nenie, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga :
Menurutnya, anak yang terlalu lama terpapar gawai berisiko mengalami penurunan konsentrasi belajar, gangguan kesehatan mata, hingga perubahan perilaku sosial menjadi lebih tertutup dan emosional.
“Kalau anak sudah kecanduan, waktu mereka habis di depan layar. Ini bukan hanya soal prestasi belajar, tapi juga kesehatan fisik dan mental,” tegasnya.
Nenie menekankan pentingnya ketegasan orang tua dalam menerapkan aturan penggunaan gawai di rumah, termasuk membatasi waktu bermain game online serta melakukan pendampingan saat anak mengakses teknologi.
“Orang tua harus berani tegas. Batasi waktu bermain, ajak anak beraktivitas positif, dan bangun komunikasi yang baik agar anak tidak mencari pelarian ke gawai,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar orang tua menjadi teladan dalam penggunaan teknologi. Menurutnya, sikap dan kebiasaan orang tua akan ditiru oleh anak.
“Anak itu meniru. Kalau orang tuanya terus memegang handphone, jangan heran kalau anak melakukan hal yang sama. Orang tua harus hadir sebagai contoh,” pungkasnya. (Ahaf)













