Wakil Ketua II Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi, meminta pemerintah kota memberi perhatian serius terhadap peningkatan kesejahteraan guru, khususnya yang bertugas di wilayah terpencil dan pinggiran.
“Guru yang mengabdi di daerah terpencil menghadapi tantangan lebih berat, terutama akses transportasi dan biaya operasional. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah kota,” ujarnya di Palangka Raya, Selasa (6/1/2026).
Menurut Syaufwan, pemerataan pendidikan tidak akan tercapai tanpa dukungan nyata bagi guru yang menghadapi keterbatasan akses dan sarana transportasi.
Baca Juga :
Ia menilai Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pendidikan perlu menghadirkan kebijakan konkret, seperti menyediakan kendaraan operasional bagi guru yang harus menempuh jalur sungai menuju sekolah, termasuk perahu bermesin atau klotok.
“Untuk wilayah yang aksesnya melalui jalur air, bantuan klotok sangat dibutuhkan. Ini bukan soal fasilitas mewah, tetapi keberlanjutan proses belajar mengajar,” katanya.
Selain itu, ia juga mendorong adanya kompensasi bahan bakar minyak (BBM) bagi guru yang menempuh perjalanan darat ke sekolah-sekolah di daerah pinggiran, karena biaya transportasi kerap menjadi beban tambahan.
“Kami berharap ada dana kompensasi BBM atau insentif perjalanan agar guru tidak terbebani secara ekonomi hanya untuk menjalankan tugasnya,” tegasnya.
Syaufwan menambahkan, DPRD juga meminta pemerintah secara berkelanjutan mengupayakan peningkatan kesejahteraan guru melalui tunjangan atau insentif tambahan, sekaligus menata ulang sistem penempatan agar tidak terjadi penumpukan tenaga pendidik di wilayah perkotaan.
“Distribusi guru harus lebih adil. Perpindahan dari daerah terpencil ke pusat kota perlu dibatasi agar sekolah di pinggiran tidak kekurangan tenaga pendidik,” pungkasnya. (Ahaf)













