Google Maps Hadirkan Ask Maps dan Navigasi 3D Berbasis AI

Yandi Novia

April 15, 2026

3
Min Read

Google Maps semakin cerdas. Perusahaan teknologi raksasa ini baru saja meluncurkan dua fitur besar berbasis AI Gemini yang mengubah cara orang mencari tempat dan bernavigasi di jalan. Fitur tersebut adalah Ask Maps (pencarian percakapan) dan Immersive Navigation (navigasi 3D imersif), yang disebut sebagai pembaruan navigasi terbesar dalam lebih dari satu dekade.

Dengan fitur baru ini, Google Maps tidak lagi hanya menunjukkan rute atau lokasi, melainkan menjadi asisten perjalanan yang bisa diajak “ngobrol” dan menampilkan dunia nyata dalam bentuk 3D yang realistis.

Ask Maps: Bertanya ke Peta Seperti Mengobrol

Ask Maps adalah fitur pencarian berbasis percakapan yang memungkinkan pengguna bertanya dengan bahasa alami tentang hal-hal sulit dicari sebelumnya.

Contoh pertanyaan yang bisa diajukan:

  • “Di mana saya bisa mengisi daya ponsel tanpa harus antre lama di kafe?”
  • “Ada lapangan tenis umum dengan lampu yang buka malam ini?”
  • “Ada tempat singgah menarik di perjalanan saya?”

AI Gemini akan menganalisis data dari lebih dari 300 juta lokasi di seluruh dunia dan kontribusi dari lebih dari 500 juta pengguna yang memberikan ulasan, foto, serta update kondisi. Hasilnya berupa rekomendasi yang kontekstual dan personal, misalnya menyarankan restoran vegan sesuai riwayat pengguna.

Pengguna bisa langsung memesan, menyimpan, membagikan, atau memulai navigasi dari jawaban tersebut. Fitur ini sangat membantu menghemat waktu karena tidak perlu lagi membuka banyak review atau membandingkan tempat satu per satu.

Ask Maps saat ini sudah mulai diluncurkan di Amerika Serikat dan India untuk aplikasi Android dan iOS. Versi desktop akan menyusul.

Immersive Navigation: Navigasi 3D yang Lebih Realistis

Immersive Navigation merupakan pembaruan terbesar pada fitur navigasi Google Maps dalam lebih dari 10 tahun. Fitur ini menampilkan visual 3D realistis yang mencakup bangunan, jembatan, medan jalan, persimpangan, jalur kendaraan, lampu lalu lintas, zebra cross, dan rambu-rambu.

Instruksi suara menjadi lebih natural, seperti “Lewati pintu keluar ini dan ambil pintu keluar berikutnya menuju Illinois 43 South”. Saat mendekati persimpangan rumit, peta akan otomatis zoom dan menampilkan pandangan yang jelas agar pengemudi bisa bersiap lebih awal.

Fitur ini juga menunjukkan opsi rute alternatif beserta konsekuensinya — misalnya rute lebih cepat tapi ada tol, atau rute lebih lama tapi bebas macet. Di tahap akhir perjalanan, Maps akan menampilkan Street View area tujuan, lokasi parkir terdekat, pintu masuk bangunan, serta sisi jalan yang benar, sehingga pengguna tidak lagi berputar-putar mencari tempat.

Semua ini didukung oleh pemrosesan data lalu lintas lebih dari 5 juta update setiap detik dan lebih dari 10 juta laporan kondisi jalan per hari dari komunitas pengguna.

Immersive Navigation sudah tersedia di Amerika Serikat dan akan segera hadir di Android, iOS, CarPlay, Android Auto, serta mobil dengan sistem Google built-in dalam beberapa bulan ke depan.

Pendapat Ahli dan Implikasi

Para pengamat teknologi menilai pembaruan ini sebagai langkah besar Google dalam mengintegrasikan AI ke dalam aplikasi sehari-hari. Dengan Gemini, Maps berubah dari sekadar peta menjadi asisten pintar yang memahami konteks kehidupan nyata pengguna.

Di Indonesia, di mana lalu lintas sering padat dan kompleks, fitur seperti Immersive Navigation dan rekomendasi kontekstual berpotensi sangat membantu pengemudi dan pengguna transportasi umum. Namun, peluncuran di Indonesia belum ada jadwal resmi dan kemungkinan akan dilakukan secara bertahap.

Saran untuk pengguna:

  • Update aplikasi Google Maps ke versi terbaru.
  • Jika berada di wilayah yang sudah didukung (seperti AS atau India), coba fitur Ask Maps dengan menekan tombol khusus di bawah kolom pencarian.
  • Aktifkan navigasi 3D saat tersedia untuk pengalaman yang lebih aman dan nyaman.

Google Maps kini semakin mendekati visi “asisten perjalanan universal”. Dengan kekuatan AI Gemini, aplikasi ini tidak hanya membantu menemukan jalan, tapi juga membantu membuat keputusan perjalanan yang lebih cerdas dan mudah.

TERKAIT