Harga Elpiji Melonjak, Anggota DPRD Noorkhalis Ridha Minta Pengawasan Ketat

Ahmad Hasan Fatih

April 10, 2026

1
Min Read
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Noorkhalis Ridha. BETANG VOICE/IST

Harga elpiji 3 kilogram bersubsidi di tingkat pengecer di Kota Palangka Raya mencapai Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per tabung. Kondisi ini mendapat sorotan DPRD karena dinilai membebani masyarakat kecil.

Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Noorkhalis Ridha, meminta pemerintah daerah segera turun tangan untuk mengendalikan lonjakan harga tersebut.

“Kami meminta pemerintah daerah segera turun tangan agar harga di tingkat pengecer tidak terus melonjak,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, harga elpiji di pangkalan resmi masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp22 ribu per tabung. Namun, kenaikan terjadi pada distribusi dari pangkalan ke pengecer.

Karena itu, Ridha menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh tidak hanya di pangkalan, tetapi juga pada rantai distribusi hingga ke pengecer.

“Pengawasan harus lebih ketat dan menyeluruh, jangan hanya di pangkalan, tetapi sampai ke tangan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengusulkan evaluasi sistem distribusi elpiji bersubsidi agar lebih tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oknum untuk meraup keuntungan berlebih.

Selain itu, Ridha meminta pengawasan berkala disertai penindakan tegas jika ditemukan pelanggaran, terutama terkait penyelewengan distribusi.

Ia mengimbau masyarakat untuk membeli elpiji 3 kilogram di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai ketentuan.

“Masyarakat juga harus aktif melaporkan jika menemukan harga tidak wajar atau dugaan penyelewengan agar bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (Ahaf)

TERKAIT