Pemko Palangka Raya Siaga Dini Hadapi Ancaman Karhutla di Musim Kemarau

Ahmad Hasan Fatih

April 21, 2026

2
Min Read
Rapat Koordinasi lintas instansi membahas penetapan status siaga karhutla di Ruang Rapat Peteng Karuhei I, Kantor Wali Kota Palangka Raya, Senin (20/4/2026). BETANG VOICE/MC PALANGKA RAYA

Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai mematangkan persiapan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi, mengatakan rapat tersebut melibatkan sejumlah instansi teknis, termasuk unsur TNI dan Polri. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan pemerintah daerah sebelum memasuki puncak musim kemarau.

“Secara umum Pemerintah Kota Palangka Raya sudah siap menghadapi potensi karhutla. Hasil rapat ini akan menjadi dasar sambil menunggu keputusan Wali Kota untuk penetapan status siaga,” ujarnya saat rapat koordinasi lintas instansi di Ruang Rapat Peteng Karuhei I, Kantor Wali Kota Palangka Raya, Senin (20/4/2026).

Budi menjelaskan, langkah pencegahan telah dilakukan sejak awal melalui patroli terpadu yang melibatkan BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, hingga tim pemadam kebakaran.

Selain patroli lapangan, pemerintah juga memperkuat sosialisasi kepada masyarakat sampai tingkat kelurahan guna menekan risiko kebakaran. Salah satu upaya yang diperkuat adalah pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) sebagai sistem deteksi dini di wilayah rawan.

“Kelurahan Tangguh Bencana ini menjadi perpanjangan tangan BPBD dalam menyampaikan informasi sekaligus memperkuat koordinasi penanganan di lapangan,” jelasnya.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kalimantan Tengah diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada pekan ketiga Mei 2026.

Musim kemarau tahun ini diprediksi lebih kering dan berlangsung hingga Agustus, sehingga berpotensi meningkatkan risiko karhutla di sejumlah wilayah.

Data BPBD mencatat sejak Januari hingga April 2026 terdapat 98 titik kebakaran lahan dengan luas terdampak sekitar 4 hektare.

Sebaran titik kebakaran terjadi di Kecamatan Jekan Raya, Pahandut, dan Sebangau, sementara Kecamatan Rakumpit masih relatif aman dari kejadian karhutla.

Pemerintah Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar agar kebakaran tidak meluas saat musim kemarau.

“Masyarakat kami minta ikut waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan agar risiko karhutla bisa ditekan sejak dini,” pungkasnya. (Ahaf)

TERKAIT