Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Barito Utara melaksanakan gerakan berbagi masker sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti wilayah Barito Utara, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan bertajuk “Pemuda Muhammadiyah Barito Utara Berbagi Masker” tersebut menyasar sekolah-sekolah Muhammadiyah dan masjid-masjid Muhammadiyah yang berada di wilayah Barito Utara.
Ketua Pemuda Muhammadiyah Barito Utara, Muhammad Farid Ansyori, mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar untuk membantu melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.
“Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan kegiatan Pemuda Muhammadiyah Barito Utara Berbagi Masker. Sasaran kami adalah sekolah-sekolah Muhammadiyah dan masjid-masjid Muhammadiyah se-Barito Utara,” ujar Farid.
Menurutnya, masker yang dibagikan bukan sekadar perlengkapan untuk menutup hidung dan mulut, tetapi menjadi simbol kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
“Masker yang kami bagikan bukan hanya selembar kain. Ini adalah bentuk cinta, bentuk ikhtiar, dan bentuk tanggung jawab kita bersama sebagai umat Islam untuk menjaga amanah kesehatan,” katanya.
Farid juga mengingatkan para guru di sekolah Muhammadiyah agar tetap memperhatikan kesehatan selama menjalankan aktivitas di sekolah.
“Kepada bapak dan ibu guru di sekolah Muhammadiyah, kami titip pesan, walaupun anak-anak kita masih belajar dari rumah, sekolah tetap harus dijaga. Administrasi, rapat, dan persiapan pembelajaran tetap berjalan,” tuturnya.
Meski kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah, kata dia, aktivitas sekolah seperti administrasi, rapat, dan persiapan pembelajaran tetap berjalan.
“Maka tetaplah gunakan masker saat beraktivitas di sekolah. Jaga kesehatan guru, berarti menjaga masa depan murid-murid kita. Seorang guru yang sehat adalah madrasah pertama yang hidup bagi anak bangsa,” tambahnya.
Pesan serupa disampaikan kepada jamaah masjid Muhammadiyah. Farid berharap aktivitas ibadah dan kegiatan kemasjidan tetap berjalan dengan memperhatikan kondisi kesehatan.
“Kepada seluruh jamaah Masjid Muhammadiyah, kami titip pesan, rumah Allah harus tetap makmur. Shalat berjamaah, pengajian, dan kegiatan takmir harus terus berjalan. Namun jangan lupakan ikhtiar,” ungkapnya.
Ia mengimbau jamaah menggunakan masker ketika berangkat dan pulang dari masjid sebagai bentuk perlindungan diri sekaligus menjaga jamaah lainnya.
“Lindungi diri, lindungi jamaah di sebelah kita,” tegasnya.
Farid menyebut menjaga kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar dalam menjalankan syariat Islam. Ia mengutip hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah tentang larangan menimbulkan mudarat maupun memudaratkan orang lain.
“Karena menjaga kesehatan adalah bagian dari menjaga syariat, seperti hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah, tidak boleh ada mudharat dan tidak boleh memudharatkan orang lain,” jelasnya.
Farid mengakui pembagian masker tersebut tidak dapat menyelesaikan persoalan kabut asap akibat karhutla. Namun, ia berharap langkah sederhana itu dapat membantu masyarakat tetap menjalankan aktivitas dengan lebih aman di tengah kondisi udara yang kurang baik.
“Kegiatan ini adalah ikhtiar kecil kami. Kami sadar, masker tidak bisa menghilangkan asap. Tapi masker bisa menjadi tameng agar kita tetap sehat, tetap beribadah, tetap mengajar, dan tetap mengabdi untuk Barito Utara,” terangnya.
Ia pun berharap hujan segera turun dan karhutla dapat ditangani sehingga masyarakat kembali mendapatkan udara yang bersih.
“Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala segera menurunkan hujan, memadamkan api, dan mengganti kabut asap dengan udara yang bersih dan berkah. Aamiin,” tutupnya. (Ahaf)












