Upaya Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dalam mengoptimalkan penerimaan pajak daerah mendapat apresiasi dari kalangan legislatif.
Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Sudarto, menilai bahwa pendekatan persuasif perlu lebih dikedepankan agar kesadaran masyarakat membayar pajak tumbuh tanpa tekanan.
“Pemerintah sebaiknya tidak hanya fokus pada penegakan, tapi juga membangun komunikasi yang baik dengan wajib pajak,” ujar Sudarto, Selasa (21/10/2025).
Baca Juga :
Ia menyampaikan, langkah Bapenda yang turun langsung ke lapangan melalui program jemput bola merupakan strategi positif dan patut diapresiasi.
Dari hasil kegiatan tersebut, tercatat 15 objek pajak menjadi sasaran, dengan rincian sembilan objek pajak baru, tiga objek dalam pengawasan dan pemeriksaan, serta tiga lainnya masih memiliki tunggakan.
“Data itu menunjukkan adanya perluasan basis pajak yang tentu sangat positif bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya.
Meski begitu, Sudarto mengingatkan agar pemerintah memahami bahwa persoalan tunggakan pajak tidak selalu disebabkan oleh ketidakpatuhan wajib pajak.
Kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil, katanya, bisa menjadi faktor penyebab keterlambatan pembayaran.
“Saya yakin warga sebenarnya ingin taat pajak. Hanya saja, situasi ekonomi kadang membuat mereka belum mampu memenuhi kewajiban tepat waktu,” ucapnya.
Politisi Partai Golkar itu juga mendorong agar Bapenda mengedepankan dialog dan pendekatan humanis dalam proses penagihan pajak.
Menurutnya, komunikasi yang baik akan menghasilkan solusi lebih konstruktif dibanding langkah penindakan yang kaku.
“Kalau dibicarakan baik-baik dan ditanya kendalanya apa, pasti bisa dicari jalan keluarnya. Jangan langsung ditindak tegas, karena belum tentu mereka menolak bayar pajak,” tegasnya.
Meski demikian, Sudarto tetap memberikan apresiasi terhadap upaya Bapenda yang terus berinovasi untuk menggali potensi pajak daerah.
“Program jemput bola ini menunjukkan keseriusan Pemko dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah. Langkah seperti ini sangat baik dan perlu diteruskan,” pungkasnya.













